Escape From the Extraordinary

Apa kata yang tepat untuk menggambarkan kondisi Indonesia saat ini yang syarat dengan bencana!? Setelah bencana banjir di Wasior, disusul dengan Jakarta yang tidak mau terkalahkan untuk rekor banjirnya. Kemudian berturut-turut tsunami di Mentawai dan erupsi merapi.

Sungguh sedih melihat negara ini terkena bencana terus menerus. Bukan lagi bencana banjir yang datang tiap musim hujan yang kita takutkan. Tapi banjir bencana yang sedang kita alami.

Sebagai orang yang tinggal di Jogja, melihat kota Jogja diselimuti debu sungguh menyedihkan. 😦

Saat itu banyak orang yang berada di kota Jogja bahkan juga kota2 sekitarnya tergerak hatinya untuk menjadi relawan menolong saudara2 kita yang terkena bencana dilereng Merapi. Semuanya bergerak untuk Indonesia, tidak hanya untuk merapi. Hashtag #prayforindonesia sempat menjadi trending topic di situs micro blogging twitter, bahkan sebelum televisi memberitakannya.

Walaupun sebagian besar teman2 ikut tergerak untuk menjadi relawan, aku pelan2 undur diri dari kegiatan itu. Benar2 seperti pengecut. :). Tapi beneran dech, permusuhanku dengan debu sudah dimulai sejak lama sebelum debu menyelimuti Jogja.

Pada hari itu, jum’at 5 november 2010 kondisi Jogja (bukan merapi) dalam keadaan yang paling buruk sejak merapi mengalami erupsi lagi. Kalau tadinya hujan abu itu tidak merata menutup kota Jogja, pada hari itu, dimulai dari kamis malam semua bagian kota Jogja mendapatkan jatah abu merapi. Bahkan hujan pasir juga.

Semua orang panik. Kondisi ini diperparah oleh pemberitaan media yang terlalu hiperbolistis. Para orang tua yang mempunyai putra putri yang kuliah di jogja memaksa mereka untuk pulang kampung sementara. Padahal sebenarnya kondisi tidak separah itu. Sekali lagi media sedikit banyak ikut andil dalam pembentukan kepanikan dan opini masyarakat ini.

Seorang teman yang sedang ada pekerjaan di Surabaya, baru sampai Surabaya pada kamis malam, jum’at  malam langsung pulang ke Jogja dengan menggunakan bis, bahkan ketika acara yang dihadirinya belum mulai. Semua penerbangan dari dan ke Jogja ditutup. Melihat pemberitaan di televisi benar-benar membuatnya panik akan anak istri nya yang berada dirumah. Padahal sebenarnya kondisi mereka yang dirumah baik-baik saja.

Ketika jum’at malam aku akan menyusul ke Surabaya untuk acara tersebut, aku dikagetkan dengan penuhnya stasiun Tugu pada jam 2 dini hari itu. Begitu kereta yang akan membawaku ke Surabaya datang, aku dikejutkan lagi oleh fakta bahwa sekitar 75% dari gerbong yang aku naiki berisi mahasiswa yang akan pulang ke kampung halaman mereka. Mereka (terutama orang tua mereka) takut akan kondisi Jogja. Padahal benar dech, Jogja tidak separah itu.

Jadi gemes sama pemberitaan media yang hiperbolis itu.

Haloooo…. Saya tinggal di Jogja dan saya baik2 saja. 🙂

Ada satu cerita juga yang rasanya pingin ngetawain tapi juga pingin memukul orang2 itu. Seorang teman dari temanku termakan isu sms berantai yag mengatakan bahwa letusan merapi akan mencapai radius 36 km. Dia dan keluarga baru sampai Kebumen ketika temanku menelepon dia. Kataya dia akan mengevakuasi diri ke Purwokerto. Ugh!

Kalau letusan merapi diperkirakan akan mencapai radius itu, kota Jogja dipastikan hanya tinggal nama, layaknya Atlantis (bagi yang percaya bahwa kota itu pernah ada). Dan aku melihat bahwa Sultan HB X yang gubernur  Jogja masih adem ayem tinggal dikediamannya bersama keluarga. Semua pejabat propinsi bahkan pihak terkait juga belum menginstruksikan bahwa seluruh warga Jogja harus mengevakuasi diri. Berarti kota Jogja masih aman. 🙂

Yang perlu dievakuasi itu warga lereng merapi. Dan jarak merapi sampai ringroad utara jogja saja sudah sejauh 30 km. Rasanya pingin jedot2in kepala ke tembok dan teriak2 ke mereka yang langsung memakan mentah2 berita media itu. Dan termakan isu lewat sms berantai dari pihak yang tidak bertanggungjawab.

Tapi kemudian aku ingat diriku  sendiri yang malam itu juga meninggalkan Jogja. Bagaimana aku mau teriak2 ke mereka bahwa kota Jogja aman dari extraordinary moment ini kalau aku sendiri seolah2 escape from the extraordinary!? Duh

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s