TENTANG TEMAN (sebuah Pelajaran)

Cerita ini tentang pengalaman yang kualami dan beberapa pelajaran yang kudapat. Berawal ketika aku sudah menanggalkan seragam putih abu-abuku dan menjadi seorang mahasiswa mahasiswi.

Awal tahun kedua aku kuliah di Akademi, aku kenal dengan beberapa adik angkatanku. Bahkan aku yang saat itu benar-benar tomboy habis, berteman dan cukup dekat dengan adik-adik angkatan dibawahku. Aku dan temanku termasuk beberapa orang yang cukup nyaman berada diantara para mahasiswa baru. Aku tidak tahu kenapa bisa seperti itu. Mungkin karena aku aku dan temanku yang terlalu cuek atau karena mereka menganggap kami merupakan makhluk ataupun spesies yang aneh sehingga masuk daftar must collectable mereka atau apa, aku tidak tahu.

By the way, ada salah seorang adik angkatanku tersebut yang kemudian mendekatiku. Singkat cerita, kemudian aku merasa illfeel dengan cowok itu, entah karena sebab apa aku juga tidak tahu pasti. Yach, karena memang aku pada dasarnya aneh, dan hal tersebut sering terhadi padaku, jadi aku tidak heran dan  berusaha mencari tahu kenapa aku bisa begitu.

Setahun kemudian, atau tepatnya akhir tahun keduaku kuliah, aku lulus. Kemudian hanya sesekali berhubungan dengan cowok itu lewat SMS, dan itupun dia yang mengirim SMS ke aku terlebih dulu.

September 2009, aku melanjutkan kuliahku untuk meraih gelar sarjanaku. Sampai pertengahan semester pertama tersebut aku tak pernah tahu bahwa ternyata dia  juga melajutkan kuliah di kampus yang sama denganku. Dan sekarang, di Semester Perbaikan, aku ternyata satu kelas sama cowok itu. Oh… setelah sekian lama aku  berusaha menghindar dan mengabaikan beberapa sms gilanya, sekarang aku harus bertemu lagi dengan dia dan lebih parah lagi ternyata harus satu kelas.

Kalau tahu akan begini jadinya, mungkin dulu aku tidak akan menghindar dan terlalu jahat kepadanya. Oke, mungkin aku tidak terlalu jahat. Aku hanya berusaha menghindar. Karena begitulah aku. Ketika merasakan ketidaksukaan pada seseorang, lebih baik aku selalu menghindar. Aku tidak ingin akhirnya akan membenci seseorang kalau aku terus berada di sekitar orang tersebut.

Aku bukan seorang puritan, cuma kadang-kadang aku tiba-tiba merasa tidak terlalu senang *dalam arti bukan biasa-biasa saja* kepada seseorang yang aku sendiri tidak tahu pasti alasannya apa, bahkan hal itu sering terjadi pada pandangan pertama terhadap seseorang, tidak terkecuali, cewek maupun cowok. Beberapa kali terjadi pada cowok, yang berusaha mendekatiku dengan cara-cara yang menurutku aneh *jangan bertanya cara aneh itu seperti apa*. Mungkin awalnya aku biasa saja, hanya karena dia mendekatiku, yang menurutku aneh, jadi makin lama aku makin illfeel kepadanya. Nah lo… Sebenarnya yang aneh itu aku yach!? hehehe

Aniway, setelah aku bertemu kembali dengan cowok tersebut dan ngobrol-ngobrol, ternyata dia tidak seaneh dulu dan aku tidak se-illfeel dulu. Ternyata keanehanku disebabkan oleh hal-hal berikut (menurutku). Awal perasaanku biasa saja dan lebih nyaman kalau hanya berteman. Karena dia terus mendekatiku, aku jadi merasa tidak nyaman dan akhirnya aku merasa terusik. Lantas  aku menjadi jengkel dan marah pada diriku sendiri karena tidak tahu bagaimana mengatasinya, sehingga sering memikirkannya. Semakin sering aku memikirkan, bukannya solusi untuk bagaimana harus bersikap yang kudapat tetapi kejengkelan yang semakin menjadi dan membuatku illfeel, karena tentu saja akan tidak layak kalau aku tiba-tiba marah padanya.

Aku marah karena tidak tahu bagaimana harus bersikap dan menjadi semakin marah karena aku berusaha untuk tidak menjadi benci kepadanya. Karena hal-hal yang aku tahu, bahwa membenci seseorang tanpa alasan yang jelas, terutama kepada cowok ketika cowok tersebut mendekatimu – atau bahkan kalaupun dia tidak berbuat apapun terhadapmu, akibatnya akan berbalik kepada dirimu sendiri *tahu kan maksudku, mitos suatu saat bahwa kamu akan lebih tergila-gila padanya*.

Jadi aku berkesimpulan bahwa illfeel yang terjadi padaku 99% karena diriku sendiri, bukan karena seorang yang berusaha mendekatimu itu. Seandainya aku bisa bersikap biasa saja, tidak memikirkannya, berusaha cuek dan dibuat santai, mungkin aku tidak akan pernah mengalami illfeel terhadap seseorang.

Hal penting yang wajib digarisbawahi adalah:

Jangan pernah berusaha menghindar dari seseorang, karena suatu saat bisa saja akan bertemu kembali dan ternyata kamu membutuhkannya. Kalau memang merasa tidak suka pada seseorang, jangan terlalu dipikirkan. Masih banyak hal lain yang bisa dipikirkan, dan semakin kamu memikirkannya kamu akan merasa terusik sehingga kamu akan semakin tidak suka pada orang tersebut.

Berusahalah untuk biasa saja – tanpa harus berpura-pura bahwa kamu menyukainya-, karena tidak ada gunanya berpura-pura menyukainya, itu hanya akan membuatmu makin tidak menyukainya. Jalan yang lebih enak sich kalau kamu punya stock sikap cuek yang banyak atau urat malu kamu udah mulai ga berfungsi lagi. hehehe

Memang lebih mudah ngomong dari pada menghadapi sendiri. Tapi kalau ga pernah berusaha mencoba, selamanya akan terpenjara dalam hal yang sama yang sebenarnya dianggap sepele oleh orang lain…. ^_^

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s