Suarakan aspirasi pada pemilu itu penting!: Benarkah!?

Sejujurnya, aku bukanlah warga negara yang baik. Aku, termasuk satu dari sekian juta orang yang tidak memberikan aspirasi pada pemilu legislatif kemarin. Menyesal!? Biasa aja. Aku sempat terheran-heran dengan temenku yang menyesal karena tidak dapat memberikan suaranya pada pemilu kemarin. Karena dia terdaftar sebagai pemilih di daerah asalnya, nun jauh disana. Sempat kubertanya,

“lah, emangnya pemilu yang lalu (2004) kamu milih (kedaftar) dimana!?”

dia jawab

“Jogja, di daerah kosku. Padahal aku belum pidah kos, kok sekarang ga kedaftar ya!?”

Waduh kalau itu aku juga ga tahu kenapa. Yang aku tahu temenku itu adalah warga negara yang baik. Dia mempunyai satu KTP yang terdaftar di daerah asal leluhurnya sana, dan mempunyai KIPEM Jogja.

Beda banget denganku dong.
Aku, mempunyai tiga buah KTP (sekarang sich tinggal dua yang berlaku) asli atas nama diriku (Rokan Hulu/Riau, Boyolali, dan yang terakhir udah expired Temanggung). Satu buah KIPEM Sleman. Kok bisa ya!? Entahlah, tapi aku dengan mudah mendapatkan semua itu.

SIM yang kuperoleh juga entah bagaimana prosesnya. Yang kuinget hanyalah aku foto disebuah studio foto, trus file nya di simpan ke CD. Aku hanya perlu fotocopy KTP dan menyerahkan CD foto tersebut ke pak polisi yang di SAMSAT. Kurang dari satu jam kemudian aku punya SIM atas namaku, fotonya juga fotoku. Cuma, ada beberapa yang berbeda. Tanggal lahir yang tertera di SIM bulannya salah. Harusnya bulan Desember, tetapi bulan September (pas aku bikin SIM itu bulan September).

SIM tersebut benar-benar SIM asli. Yang aku bingung adalah, aku ga merasa pernah cap jempol, tapi begitu SIM jadi, udah ada cap jempol segede gajah di SIM ku. Whohohoho. Jempol siapakah itu!? Sidik jarinya juga beda banget dengan sidik jariku. Kalau tandatangan, masih ada mirip-miripnya dikit sama tandatanganku *mungkin si penjiplak tandatanganku kurang ahli ya? atau bisa jadi karna tandatangan di KTP ku juga agak-agak kabur*.

Anyway, pemilu kemarin bukan kali pertamaku sebagai golput. Pas pemilu tahun 2004 pun aku golput (belum lagi pilkada entah itu gubernur or bupati *nah lho… Pilkada nya banyak banget, kan KTP nya di banyak tempat*). Aku ke daftar di Temanggung, cuma aku udah pindah ke jogja. Hanya karena kemalasanku saja aku menjadi golput. hihi.

Mungkin karena kebanyakan identitas aku jadi ga beridentitas kali ya….
Pemilu kali ini aku ga kedaftar di DPT manapun. Hiks…. *sedih, biar keliatannya jadi warga negara yang baik*

Kata iklan KPU dimana-mana
‘DAFTARKAN DIRI ANDA SEBAGAI PEMILIH PADA PEMILU TAHUN 2009’
Gimana daftarnya!? Aku tanya orang rumah (Boyolali dan Riau-red), ga tahu ada pendataan warga buat pemilu. Ya udah kalau gitu. Mau daftar di Jogja, diribetin ma yang ini yang itu, pokoknya identitas dan surat menyurat yang ribet. males ah….

Akhirnya, akupun menyimpulkan dengan cepat *ciri-ciri kesimpulan warga negara yang tidak baik*:
Ga kedaftar sebagai DPT artinya ga usah ribet-ribet mau daftarin diri artinya ga usah milih. Simple! Isn’t it!? Iklan KPU *lagi*
‘SUARA ANDA BERGUNA BAGI MASA DEPAN BANGSA’
Masa depan siapa pak!? bu!? masa depan anggota DPR!?
Maaf ya, bukannya aku skeptis dengan para legislatif *ga semua gitu kan!?*, cuma kadang-kadang realitanya gitu *kebanyakan*

Yang berada dalam otak bodohku, kira-kira seperti ini: Siapapun legislatifnya dan berapapun jumlah anggotanya *dari partai*, yang keluar hanyalah aturan dan perundang-undangan yang ketentuannya saling menutupi *kalau ga boleh disebut melemahkan*antara satu dan yang lainnya. Dan hasil yang paling spektakuler adalah berbagai macam komisi yang dibentuk*dari A-Z, entah apa saja namanya* baik yang langsung dibubarkan maupun yang bertahan lama kayak KPK, dengan berbagai macam rapat-rapatnya.

Ada lagi yang terkadang membuat otak yang cupet ini mendapatkan hiburan:
Demo dari berbagai macam kalangan, terutama mahasiswa *yang kadang menurutku unik* menuntut ini dan itu yang berbeda-beda. Suggested to our leader *president n other* ini dan itu, harusnya gini dan ga boleh gitu. Haha. Aku hanya tertawa *skeptis banget ya?*.
I think, if they’re could and able and having capability to take responsibility to be the leader, just go a head!!!!
Don’t you see we are multicultural!? Don’t you see there’s many conflict of interest!?

Just a little intermezzo


So….
Sebagai warga negara yang tidak baik, aku tidak menyesal karna telah golput pada pemilu legislatif kemarin. Tapi kalau ada kesempatan memilih*pemilu sekarang ataupun yang akan datang*, aku hanya akan ikut memilih pada pemilu presiden. hehe. Dan itupun aku ga mau bersusah payah mendaftar sebagai pemilih di KPU setempat. Tapi kalau ada pendaftaran online, bolehlah…..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s