I LOVE KITTEN (his name is NIKO) :)

kitten
Bagi sebagian orang kucing merupakan hewan yang menyebalkan…
it’ okay….

Dahulu kala pas aku kecil aku punya seekor kucing…
Kucing itu aku dapat minta dari tetangga (tepatnya sich dengan paksa, pake nangis lagi untuk mendapatkannya). Iya, karna pas aku minta kucing itu baru berumur satu minggu, dan blm boleh diminta, kata yang punya harus nungguin biar agak gedean dikit (duh kasian banget ya kucing itu).

Hal pertama yang aku lakukan setelah mendapatkan kucing adalah memberikannya nama. NIKO!!! tiba2 itu yang aku pikirkan untuk nama sang anak kucing. Si Niko ini bukanlah kucing yang bagus kayak persia dsb. Hanya kucing lokal biasa. Warnanya item, ada bentol2 putihnya, kayak dalmation (duh, anjing pa kucing ya kok dalmation!?).

Dengan penuh rasa kasih sayang, aku mengasuh anak kucing itu (huhuhuhu). Kuperlakukan dia as my little brother (just information, niko adalah bayi laki2 dari sang induk kucing). Aku rela membelikan uang jajanku untuk susu buat si Niko. Bahkan seandainya aku dulu sering dibeliin susu ma ortu ku pasti aku rela berbagi dengannya (aku ga doyan minum susu, makanya ga pernah dibeliin).

Maklum, pas dahulu kala itu, aku baru berumur 6 taon dan blm punya sodara di rumah (ceritanya masih jadi anak tunggal). Tiap hari aku gendong dia, bahkan sampai2 aku nggak memperbolehkannya turun dari gendonganku (auch… kejam nian daku). Aku masih inget, selendang yang buat menggendong si Niko adalah selendang untuk latihan tariku, warnanya hijau pupus (bukan hijau daun loh ya… ntar kayak band dong)

Hari berganti, bulan berganti dan tahun pun berganti…. Setelah Niko tumbuh dewasa, ternyata tumbuhnya ga sempurna. Dia ga bisa berjalan dengan tegak seperti kucing2 lain. Kenapa ya!? Usut punya usut ternyata keseringan aku gendong pas kecilnya. Duh, jadi merasa berdosa nich… Sesalku tak berujung waktu itu…

Si Niko dewasa ga kayak kucing2 lain. Dia ga mau nyuri makanan. Dia ga mau makanan kucing… Dia hanya makan nasi dan ikan asin goreng (ikan asin mentah dia ga mau).

Suatu saat pas aku pulang sekolah, aku menemukan Niko diteras rumah. Dia lemes, ga berdaya. Dari mulutnya keluar cairan putih. Aku bingung mau ngapain. Aku kasih makan dia ga mau makan, jadi aku hanya mengelus2 nya. tak lama kemudian he’s passed away…

oh NOOOOO….!!!

Setelah 3 tahun aku merawatnya, tiba2 dia mati. tim detektif pengusut kasus kematian NIKo yang tak lain adalah teman2ku mulai beraksi. kemudian bukti2 ditemukan, ternyata si Niko di racun orang. Sepertinya bukan maksud orang itu meracun si Niko. Dia salah alamat. Dikiranya si Niko adalah kucing liar yang biasa menyerang anak2 ayamnya.

Ya sudahlah, aku forgive those person. DAn mau ga mau aku mengikhlaskan kematian Niko. Sejak saat itu, aku ga melihara kucing lagi. Disamping karna takut trauma, juga karna dilarang ibuku. ’cause my real little brother was born at that year. Finally, I got my brother.

Trus, sampai sekarang aku ga pernah, melihara kucing lagi. Karna aku pindah2 terus setelah lulus SD. Cukup dengan ikut melihara kucingnya temen or tetangga aja aku udah bahagia (ya elah….). Tapi suatu saat aku punya keinginan adopt a kitten. hehehehh….

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s